SBK News

Paling Ditunggu!

Mon, January 05, 2009

Tim-tim balap motor bebek, menunggu PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan mesin 110 cc. Honda memang kalah di MP1 atau IP1 alias 110 cc. Basis motor mereka terdahulu cuma 97 cc. Munculnya Blade 110R, otomatis balap motor di kelas ini gonjang-ganjing. Kompetitor pasti ketar-ketir.

Blade 110R bukan hanya memikirkan kepentingan ibu-ibu ke pasar. Tapi, juga kebutuhan kebut-pacu. “Kita punya HRC, jadinya teknologi balap dimanfaatkan untuk rancang bangun motor harian,” ucap Handy Hariko, personal dari PT AHM yang mentor One Make Race Honda Racing Championship. 

Iya, Blade 110R punya spek yang dibutuhkan pasar senggol. Sebagai contoh, lihat diameter x stroke, yaitu 50 x 55,6 mm. “Angka ini mengakomodir balap dan harian,” jelas Alexander Lunardi, bapak yang bos Bintang Racing Team dan AHASS Bintang Niaga Jaya yang kritis terhadap motor produksi Honda.

Pak Lunardi dulu sempat sumpah serapah terhadap produk Honda. Katanya Supra X 125 dan Supra 100 tidak akan menang di kancah balap nasional. Kedua motor itu speknya ibu-ibu banget. Keduanya sangat mengejar efisiesi. 

Begitu Blade 110R meluncur di pasaran, Pak Lunardi lega. Masa depan Honda di balap akan bersinar. Untuk keperluan balap, diameter x stroke Blade 110R bisa menggunakan ukuran 51 x 55,6 mm, menghasilkan kapasitas silinder 113,5 cc. Itu masih dalam batas diperbolehkan regulasi yang toleransinya 5 cc.

Dari angka ini jelas Honda cocok. Hitungannya diambil dari buku-buku teori balap, sangat gampang. Untuk balap trek pendek, stroke atau langkah piston harus lebih besar dari diameter seher. Besarnya sekitar 10%, jika diameter seher 50 atau 51 mm, strokenya bisa 55-56 mm.

Nah, dari rumus itu ketahuan. Stroke Blade 110R akan mampu melawan Jupiter-Z yang melenggang di trek pendek-pendek. Teori itu juga mengungkapkan, untuk keperluan grastrack bagusnya stroke lebih besar 15-20% dari diameter seher. 

Untuk trek panjang seperti Sentul berbeda lagi. Dibutuhkan tenaga di kitiran tinggi. Makanya butuh motor oversquare alias lebih besar diameter daripada stroke. Karakternya power band di gasingan atas, makanya di Sentul besar Suzuki yang selalu unggul. 

FAKTOR LAIN

Banyak faktor yang mendukung Honda Blade 110R berkuasa di balap. Minggu lalu MOTOR Plus sudah menulis itu dari segi komponen dari kacamata awam. Seperti baut blok silinder yang gede, tidak seperti generasi Honda sebelumnya yang tidak kuat digebuk kompresi.

“Memang beberapa komponen sudah memperhitungkan ilmu balap. Bila dipakai untuk keperluan racing, Blade 110R mudah disesuaikan,” pasti Handy Hariko yang aslinya duduk di kursi Deputi General Manager, Technical Service, PT AHM.

Termasuk kruk-as yang direvisi sesuai kebutuhan balap. Maklum komponen ini di tipe Honda lama kerap patah. Lebih penting lagi pihak Honda sudah merevisi sistem kopling.

Kopling sudah menganut sistem diafragma yang didukung tiga lembar kampas kopling. Model pegas diafragma ini sebelumnya dipakai di Suzuki Shogun 110 yang ketika itu tanpa tanding di pasar senggol dan menyandang gelar rajanya bebek 4-tak.

Dengan model kopling seperti ini jelas sangat menguntungkan. Selain lebih ringan gesekan juga sangat membantu dalam mendongkrak torsi di putaran bawah dan menengah.

Penulis/Foto : Aong/Indra GT ( sumnber motorplus online )
Photos
Jadwal SBK 2011
SBK Australia Phillip Island (Feb27)
SBK Donington Park, United Kingdom (Mar27)
SBK Assen The Netherlands (Apr17)
SBK Monza Italy (May8)
SBK Miller Motorsport Park United States (May30)
SBK Misano San Marino (Jun12)
SBK Motorland Aragon Spain (Jun19)
SBK Brno Czech Republic (Jul10)
SBK Silverstone Great Britain (Jul31)
SBK Nurburgring Germany (Sep4)
SBK Imola Italy (Sep25)
SBK Magny Cours France (Oct2)
SBK Portimao Portugal (Oct16)
Klasemen Rider 2011
Carlos Checa 261
Max Biaggi 218
Marco Melandri 195
Klasemen Engine 2011
Ducati 305
Aprilia 302
Yamaha 280