| Nah, sekalian saja dipakai untuk menjaga keseimbangan.
Justru sekarang, termasuk di sirkuit Laguna Seca, Amrik, kemarin, pada turun kaki tuh. Ini taktik yang diadopsi dari teknik dasar bermain motocross. Di motocross, teknik itu mutlak. Fungsinya, selain keseimbangan, juga membantu mengayuh landasan, jika pacuan melintir. Turun kaki juga sekaligus gerakan multifungsi. Saat turun kaki, otomatis posisi pinggang lebih efisien mengkuti arah menikung motor. Juga asyik menekuk motor lebih rebah. “Di MotoGP hanya menikung kiri yang enak. Kaki kiri lebih bebas. Sedang kanan, aktif menginjak rem,” tambah Casey Stoner, pembalap Marlboro Ducati yang belakangan ikut-ikutan turun pangkat, eh, kaki. Turun kaki kira-kira fungsinya sama dengan sampeyan melangkah. Saat kaki, mengayun akan terjadi keseimbangan gerak di situ. Paling gampang ketika sampeyan, naik motor di rumah. Pasti lebih enak turun kaki duluan sebelum motor berhenti total. Naik sepeda angin juga sama. Yang mempopulerkan turun kaki sebenarnya Mick Doohan. Pemegang juara dunia GP500 empat kali ini, sering memakainya. Kenny Roberts Jr, juga rutin melakukan hal sama. Doohan dan Roberts punya dasar kuat soal motocross. Termasuk kontestan MotoGP sekarang yang rata-rata punya elmu sama. Latihan fisik mereka, ya geber motocross. Taktik ini lebih sedap digunakan, jika titik pengereman diulur sejauh-jauhnya. Saat itu, kecepatan motor jauh dari biasanya. Kaki akan membantu arah belok motor lebih tajam, walau psosisi motor sudah melewati titik pengereman. Makanya, pembalap MotoGP senang turun kaki. Foto : DPPI |