MotoGP News

Pedrosa: Rossi Tak Langsung Nge-Gas

Mon, May 04, 2009

Kris Fathoni W - detiksport


Jerez - Dani Pedrosa tak kaget dengan kemenangan Valentino Rossi di Jerez kendati Rossi sendiri sempat mengecilkan peluangnya. Pedrosa bahkan menyangka Rossi mungkin sempat meredam kecepatan.


Jelang balapan MotoGP Spanyol, Rossi sempat bermasalah dengan pengaturan ban. Hal ini bahkan sampai membuatnya menyatakan kalau dirinya tak bakal jadi juara di Jerez, yang mana dia cuma start di tempat keempat.


Akan tetapi, fakta di lintasan berbicara sendiri dan itu tak sama dengan pesimisme Rossi. Di dalam balapan, 'The Doctor' mengawali dengan positif saat bisa menjaga posisi  dan perlahan memburu para rider di depannya.


Kemudian, Jorge Lorenzo yang di Motegi terlibat duel sengit dengannya kali ini bisa Rossi libas dengan sukses. Setelah itu, giliran rival beratnya musim lalu, Casey Stoner, yang Rossi lewati.


Stoner sempat memberi perlawana alot, tapi Rossi semakin menjauh. Setelah Stoner, si pembalap Yamaha itu mencari target buruan baru, yakni posisi terdepan yang saat itu diisi Pedrosa.


Sedikit demi sedikit Rossi berhasil memangkas jarak. Klimaksnya tentu saja adalah ketika si rider Spanyol dilewati sang pembalap Italia. Setelahnya Rossi tak bisa dilewati lagi dan akhirnya finis di posisi pertama.


Melihat performa Rossi dalam memburunya dan kemudian melewatinya, Pedrosa punya kesan tersendiri. Dia tak terkejut kalau kemudian Rossi jadi juara.


"Mungkin dia tadi melaju perlahan dulu untuk mencoba-coba, juga agar tak membuat orang lain melihat betapa cepat dirinya," sangka Pedrosa seperti diwartakan Autosport.


Berniat menang di negeri sendiri, Dani Pedrosa hanya bisa finis di belakang Valentino Rossi yang jadi juara. Kecewakah Pedrosa? Tidak, mengingat cedera masih belum jauh dilewatinya.


Memulai balapan dari posisi dua  di Jerez, Minggu (3/5/2009), Pedrosa melakukan start apik. Rider Spanyol itu sempat memimpin balapan meski akhirnya dilewati Rossi.


"Saya sangat ingin menang, tapi saya tahu akan sangat sulit karena Valentino sudah sedemikian cepat di hari Jumat. Jadi saya hanya berupaya menjalani balapan saya sendiri dan melihat bagaimana hasil akhirnya," aku Pedrosa di Autosport.


Pembalap Honda tersebut bergelut dengan sejumlah masalah cedera di musim dingin. Cedera itu bahkan memaksanya naik meja operasi. 


Itu mengapa Pedrosa sama sekali tak kecewa hanya dapat menuntaskan balapan di posisi kedua dalam balapan di Jerez. Untuk dia, ini juga merupakan podium keduanya musim ini setelah Motegi, Jepang.


"Dengan masalah-masalah yang kami hadapi (di musim dingin), masih tak dapat dipercaya saya bisa naik podium. Balapan saya sangat bagus dan saya amat senang," tukas dia.


Berkat kemenangan tersebut, Pedrosa juga sukses menjaga "kebiasaan" untuk selalu naik podium di Jerez semenjak dia berlaga di ajang MotoGP.


CASEY STONER

Casey Stoner mengakui bahwa motornya memiliki sedikit masalah pada balapan di Sirkuit Jerez. Ia pun sempat pasrah jika pada akhirnya ia gagal menempati podium pada akhir race.


Dalam balapan yang berlangsung hari Minggu (3/5/2009), Stoner mengakhiri balapan dengan finis di posisi tiga. Ini membuatnya meraih podium perdananya di Sirkuit Jerez.


Pembalap asal Australia itu menyebut bahwa ban bagian depan motornya sempat mengalami masalah. Imbasnya meski sempat bisa mempertahankan kecepatannya, Stoner akhirnya tertekan di pertengahan balapan. Selain disalip Valentino Rossi dan turun ke posisi tiga, ia juga terus diburu oleh Jorge Lorenzo yang berada di belakangnya. 


"Kami berjudi dengan mencoba berbagai setting dan membuatnya enak dan nyaman untuk ditunggangi pada balapan. Pada awal balapan kami memiliki start yang fantastis dan berada di depan bersama yang lain," ujarnya seperti dilansir Autosport.


"Lalu ban depan saya memburuk di beberapa tikungan dan Valentino akhirnya menyalip. Saya mencoba untuk tetap bertarung untuk melihat apakah dia bisa membawa saya menuju Dani (Pedrosa) di depan. Tapi saya selalu tertinggal dan akhirnya mencoba untuk tetap memimpin atas Jorge."


"Ia lalu mulai mendekati saya dan saya pikir segalanya sudah berakhir, podium nyaris hilang. Saya memutuskan untuk tetap bertarung selama yang saya bisa, setidaknya sampai titik darah terakhir."


Pada akhirnya Lorenzo harus mundur dari balapan lantaran terjatuh di sebuah tikungan. Rekan setim Rossi itu terlontar dari motornya dan terseret ke gravel. Lorenzo mampu bangkit dan dibantu beberapa petugas untuk kembali menaiki motornya. Namun, malang tak menjauhinya karena kemudian ia harus masuk garasi dan gagal menyelesaikan lomba.


Alhasil posisi Stoner pun aman sehingga akhirnya ia bisa finis tanpa ada gangguan lagi. "Jadi saya nyaris menyerah untuk mendapatkan posisi tiga dan mulai mengendurkan kecepatan, lalu Jorge tergelincir."


"Bukanlah sebuah hal yang menegangkan mengalami hal itu karena kami berpikir bahwa kami tak memiliki peluang besar untuk finis di podium. Kami tahu Valentino, Dani, dan Jorge lebih cepat dari kami," tukasnya.


( roz / krs ) 

Photos