BERITA

Test Ride Honda CBR 250R non ABS, Tetap Aman dan Nyaman!

Tue, April 05, 2011

Jumat, 25 Maret 2011 12:22 WIB

Test Ride

Test Ride Honda CBR 250R non ABS, Tetap Aman dan Nyaman!

Menjajal CBR250R di Thailand sudah, di jalanan Indonesia pakai versi Thailand juga sudah. Ngebut di Sentul naik CBR250R ABS juga sudah. Nah, kini giliran jalan-jalan pakai CBR250R non ABS! 


Bukan sekedar mengeksplorasi pengeremannya, tapi pengetesan kali ini juga lebih detail soal beberapa fiturnya. Pasalnya, pengetesan ini tidak sesaat, tapi selama 4 hari segala aktifitas kru redaksi wara-wiri kesana-kemari selalu di temanin si CBR250R.  


Handling


Bicara handling, tetap konsisten mengakui motor ini cukup nyaman dipakai harian meski secara ukuran cukup gambot. Tinggi jok ke tanah mencapai 0,78 meter memang membuat pengendara yang tingginya kurang dari 170 cm harus repot menapakan kakinya ke tanah. 


Tapi kesulitan ini terbayar ketika sudah dalam posisi berkendara yang sempurna. Posisi kaki yang nyaman dan stang jepit yang tidak terlalu tinggi membuat badan tidak terlalu merunduk. Masih nyaman untuk harian. 


Konstruksi sasis dan mesin 1 silindernya yang lebih ringan disinyalir berkontibusi membuat motor ini nyaman diajak selap-selip. Cukup ringan ingan saat mengubah arah dalam kecepatan rendah sekalipun. Jadi saat terjebak macet tidak terlalu menguras tenaga. 


Suspensinya pun nyaman, lubang tak terlalu besar dan jalan bergelombang bisa diredam dengan baik. Karakternya pas, tak terlalu keras bikin pinggang tetap santai. Tapi bila mengingat kemampuannya saat diajak ngebut di Sentul beberapa waktu lalu, suspensi ini cukup mantab menjaga kaki-kaki tetap stabil di kecepatan tinggi sekalipun.


Sedang urusan pengereman, saat dipakai dalam kecepatan rendah dan kondisi jalanan kering, hampir tak ada bedanya dengan versi Combine Antilock Brake System (C-ABS). Buat harian yang tidak perlu kecepatan terlalu tinggi, rem tanpa ABS masih sangat bisa diandalkan. 


Dan ban standarnya yang lebih besar dari kompetitornya ini juga menambah kenyamanan. Ban dengan ukuran depan 110/70-17 dan belakang 140/70-17 membuat manuver di tikungan lebih percaya diri. Tanpa sadar sepatu berkali-kali nempel aspal karena terlalu rebah, padahal motor masih terasa stabil. 


Performa


Urusan performa sama saja seperti ketika menjajal CBR250R versi Thailand. Secara spesifikasi versi Thailand dan Indonesia memang tak ada bedanya. Mesin satu silindernya memiliki torsi besar sekaligus bobot ringan.


Handling yang mudah disempurnakan dengan karakter torsi besar sejak di putaran bawah. Power mesin 4-tak, DOHC, satu silinder, 4 klep ini pun halus dan terasa terus "ngisi" hingga 10.000 rpm. 


Untungnya meski, kompresinya tinggi (10,7 : 1) dan suhu Jakarta yang panas, enggak perlu khawatir over heat karena radiator CBR250R sudah ditambah kipas pendingin. Meski begitu, cukup terasa mesin bekerja keras menahan panas, sebab saat melintasi jalanan macet berkali-kali kipas menyala secara otomatis. 


Pernah dicoba mengukur akselerasi Honda CBR250R dengan Vericom VC3000, Mulai dari menempuh jarak 0–100 meter, dibutuhkan waktu 6,54 detik di kecepatan 88 km/ jam. Berlanjut ke jarak 0–201 meter. Jarak yang biasa dipakai di drag ini, tembus 10,33 detik dengan kecepatan 106,5 km/jam. Sangat responsif!


Fitur


Speedometer CBR250R boleh diacungi jempol. Berkendara di siang hari, semua indikatornya tetap mudah terbaca. Masuk malam hari, perpaduan warnanya cukup menarik dengan iluminasi warna biru membuat data bensin, suhu mesin, jam, trip meter hingga angka kecepatan terbaca jelas.


Sayangnya, CBR250R ini tidak dilengkapi dengan kunci setang dengan pengaman bermagnet. Padahal tipe lain seperti New MegaPro dan Honda Tiger hingga bebek sekelas Revo sudah mengadopsi fitur Secure Key Shutter ini.


Pandangan ke belakang lewat spion sangat jelas terlihat, tapi saat melintas di jalanan macet harus hati-hati jangan sampai spion nyangkut kendaraan lain karena ukurannya yang cukup besar. 


Hal yang sama juga terjadi pada posisi knalpotnya yang terlalu menjorok keluar. Cover knalpot yang desainnya yang menarik jadi gampang baret saat diparkir atau ketika masuk di tempat sempit. 


Oiya, posisi standar samping yang terlalu nyempil ke dalam juga cukup menyulitkan bagi yang pertama kali menyemplak CBR250R, butuh adaptasi.


Konsumsi Bahan Bakar


Diukur secara "top up", tanki diisi penuh lalu dipakai jalan hingga 100 kilometer dalam berbagai kondisi jalanan. Mulai dari macet hingga dibawa ngebut saat jalanan lengang. Kemudian tanki diisi penuh kembali untuk mengetahui banyaknya bahan bakar jenis pertamax yang dipakai.


Hasilnya satu liter pertamax bisa digunakan untuk menempuh jarak hingga 28 kilometer. Sedikit lebih hemat dari klaim Honda yang menyebutkan 1 liter : 27 kilometer. (motorplus-online.com)

Penulis : Tim motorplus-online.com | Teks Editor : Nurfil | Foto : Arseen



BERITA LAIN
Magic Wave Surfing Championship di Pantai Kuta
Thu, June 26, 2008

Kuta- Pada tanggal 15 Juni 2008 di Pantai Maharani tepatnya depan  Mc Donald's Kuta ,  MKM Honda melalui media partner  Magic Wave Surfing Champinship  mengadakan  pertandingan surfing super seri I, dengan kategori umur dibawah 10 tahun dan umur dibawah 14 tahun. Pertandingan dimulai pukul 09.00, cuaca pantai Kuta sangat cerah  dengan ombak yang sangat mendukung kontes tersebut. Penonton dan para suporter dari peserta kontes sangat ramai memberi dukungan kepada para surfer cilik yang sedang menari di atas ombak. Beberapa staf MKM juga mendapat fasilitas belajar surfing gratis dari MSC, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dan sangat menarik bagi kami yang awam mengenai surfing. MKM juga mengadakan pameran Honda dengan memamerkan type Tiger dan Vario, banyak pengunjung pantai yang mendatangi stand MKM. Acara diakhiri sore hari dengan penyerahan hadiah bagi Pemenang. Seri selanjutnya akan diadakan pada tanggal 20 Juli 2008 di Half way Pantai Kuta. Bravo MKM... Sampai jumpa di seri selanjutnya...  



BMW Turun di Kejuaraan Dunia Superbike
Mon, June 16, 2008

BMW Turun di Kejuaraan Dunia Superbike


KAMIS, 26 JUNI 2008 | 22:54 WIB

JAKARTA, JUMAT – Pabrikan motor BMW Jerman memastikan tahun depan mengikuti rangkaian kejuaraan dunia superbike (WSBK). Memang, belum banyak informasi yang keluar dari BMW sejak mereka sudah  memberi isyarat bakal berpartisipasi di superbike sejak awal tahun ini. Dan ini pernyataan pertama dari tim.




WSBK Imola Italia 2009Haga dan Fabrizio Berbagi Kemenangan
Mon, September 28, 2009
OTOMOTIFNET - Walaupun tim Ducati Xerox saat ini tetap mengandalkan Noriyuki Haga untuk meraih gelar juara dunia musim ini, namun keperkasaan Michel Fabrizio tidak dapat dianggap enteng. Karena kedua pembalap ini memang memberikan kontribusi besar kemenangan bagi tim. Buktinya di GP Imola, Haga dan Fabrizio berbagi kemenangan di podium pertama pada dua sesi balapan.

Haga yang meraih kemenangan telak pada sesi pertama dan mampu meraih podium kedua pada sesi berikutnya, ternyata cukup ampuh untuk mengembalikan posisinya sebagai pimpinan klasemen sementara saat ini. Dengan dua hasil yang cukup memuaskan kali ini, Haga langsung meraih kembali tahta kepemimpinannya dengan jumlah poin tertinggi 391.


Doni Finish Terakhir !
Sun, June 22, 2008

Kallio Menang, Doni Finis ke-19


MINGGU, 22 JUNI 2008 | 21:17 WIB

DONINGTON, MINGGU - Pembalap Finlandia, Mika Kallio memperbesar peluang meraih gelar juara kelas 250 cc dengan kemenangan di  Inggris, Minggu (22/6). Dalam lomba di Sirkuit Donington Park ini, Kallio mencatat waktu 42 menit 14.410 detik. Ia mengatasi pesaing terdekatnya dari Italia, Marco Simoncelli yang terpaut 0,353 detik.




Get the Beat be Idol
Thu, June 26, 2008
MKM-Jimbaran, sambutlah Honda BeAT, idola terbaru skuter 'matik' Honda.


AGENDA