BERITA

Pemberian 2 Helm ditolak oleh Pabrikan

Tue, August 18, 2009

Selasa, 18/08/2009 12:20 WIB

Syubhan Akib - detikOto


Jakarta - Rencana pemerintah yang meminta setiap pabrikan motor agar memberikan dua helm bagi setiap pembeli motor ternyata ditentang asosiasi produsen motor.


Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang menjadi payung hampir semua merek motor yang beredar di indonesia ternyata tidak setuju pada wacana ini.


AISI berpendapat pemberian helm bukanlah solusi cerdas mengurangi angka kecelakaan di indonesia.


"Karena masalah fundamental kita adalah masalah disiplin di jalan raya," ungkap Ketua Umum AISI Gunadi Sindhuwinata, akhir pekan lalu kepada detikOto.


Disiplin berkendara itu menurut Gunadi meliputi banyak hal seperti menaati setiap rambu lalu lintas.


"Bila disiplin ini tidak dijalankan, percuma kita kasih helm lebih," pungkasnya.


Karena lanjut gunadi memberikan dua helm ke pengendara akan percuma bila kesadaran ini belum ditegakan sempurna.


"Percuma, kita mau kasih 10 helm pun kalau kesadaran disiplinnya belum ada, tentu tidak akan digunakan. Jadi lebih baik itu dulu yang kita benahi karena itu lebih fundamental," paparnya.


Lagi pula helm menurut Gunadi bukanlah perlengkapan sebuah motor, tapi lebih merupakan kelengkapan seorang pengendara.


Namun bila pemerintah memang memaksa setiap pabrikan motor untuk memberikan dua helm pada setiap konsumen, Gunadi menuturkan produsen motor akan menuruti.


"Ya bila memang sudah perintah, mau bagaimana lagi. Tapi semoga saja pemerintah dapat lebih bijak," tandasnya.


Himbauan pemberian helm sebanyak 2 buah untuk pembeli motor dikhawatirkan bakal dijadikan alasan untuk menaikkan harga jual produk mereka.


Penasaran dengan isu itu, kami pun mencoba menanyakan hal itu kepada produsen motor. Apakah betul seperti itu?


"Tidak, kami tidak akan menaikan harga jual produk kami meskipun peraturan itu jadi disahkan," tegas Edi Darmawan selaku 2w Marketing-Promotion & Dealer Development PT Indomobil Niaga International (IMNI) yang menjadi pemegang merek Suzuki di Indonesia ketika dihubungi detikOto, beberapa waktu lalu.


Lebih lanjut Edi pun menerangkan bahwa di Suzuki, hanya ada dua alasan kenapa motor naik, yakni kenaikan bahan bakar minyak dan nilai tukar mata uang yen terhadap rupiah. "Selain itu tidak akan berpengaruh sama sekali," pungkasnya.


Sementara Yamaha melalui Promotion Supervisor PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) Indra Dwi Sunda mengatakan bahwa masalah kenaikan akibat peraturan pemberian dua helm itu masih tentatif dan perlu perhitungan terlebih dahulu.


Namun, bila pun memang harus dengan terpaksa menaikan harga, Indra berjanji tidak akan merugikan konsumen dengan kenaikan harga yang tinggi. 


"Naik-tidaknya harga motor masih tentatif, tapi yang pasti kami tidak mau memberatkan konsumen," ujarnya.


Sedangkan Head of Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM) Kristanto menyatakan bahwa sebelum membicarakan masalah kenaikan harga karena peraturan pemberian dua helm, lebih baik menanyakan pemerintah kapan pastinya peraturan tersebut akan disahkan.


"Baru setelah itu kita obrolin masalah selanjutnya," katanya.


Hal itu menurut Kristanto sangatlah penting untuk mencegah kita berandai-andai terlalu jauh. Karena menurutnya walaupun harga itu berbentuk angka, penetapannya bukanlah perkara mudah.


"Penetapan harga bukan seperti hitungan matematika, yang satu ditambah satu sama dengan dua. Untuk menetapkan sebuah harga banyak yang jadi pertimbangannya, salah satunya adalah daya saing produk dan daya beli masyarakat, jadi tidak bisa langsung mengatakan naik atau tidak,perlu ada perhitungan yang mendalam," terang Kristanto.


Namun walaupun tanggapan pabrikan-pabrikan ini terlihat beraneka ragam, mereka ternyata setuju dengan satu hal, yakni, bila ada sebuah peraturan yang baik untuk masyarakat, kenapa harus menolak.


Himbauan pemberian dua helm kepada pembeli motor baru secara kasat mata memang akan menghabisi pasar helm after market.


Karena bila setiap pemilik motor baru diberi dua helm, berarti potensi si pemilik untuk membeli helm after market untuk penumpangnya pun akan semakin mengecil.


Namun pandangan tersebut ternyata ditepis oleh Ketua Asosiasi Industri Helm Indonesia (AIHI) John Manaf ketika dihubungi detikOto, beberapa waktu lalu.


"Hal itu tidak akan mempengaruhi pasar helm kok," ungkapnya.


Sebab menurut John ada tradisi yang akan terus mendukung pasar helm nasional, yakni, kebiasaan menjadikan helm standar pemberian ATPM hanya sebagai cadangan saja.


"Sedangkan untuk pemakaian sehari-hari mereka tetap membeli yang baru," jelasnya. 


Jadi dengan begitu, lanjut John, berapa pun helm yang akan diberikan oleh ATPM ke konsumen tidaklah akan berpengaruh terhadap pasar helm yang ada.


"Masak beli motor belasan juta sanggup, tapi beli helm ratusan ribu saja masih mikir-mikir," tanya John.


( syu / ddn ) 

BERITA LAIN
Magic Wave Surfing Championship di Pantai Kuta
Thu, June 26, 2008

Kuta- Pada tanggal 15 Juni 2008 di Pantai Maharani tepatnya depan  Mc Donald's Kuta ,  MKM Honda melalui media partner  Magic Wave Surfing Champinship  mengadakan  pertandingan surfing super seri I, dengan kategori umur dibawah 10 tahun dan umur dibawah 14 tahun. Pertandingan dimulai pukul 09.00, cuaca pantai Kuta sangat cerah  dengan ombak yang sangat mendukung kontes tersebut. Penonton dan para suporter dari peserta kontes sangat ramai memberi dukungan kepada para surfer cilik yang sedang menari di atas ombak. Beberapa staf MKM juga mendapat fasilitas belajar surfing gratis dari MSC, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dan sangat menarik bagi kami yang awam mengenai surfing. MKM juga mengadakan pameran Honda dengan memamerkan type Tiger dan Vario, banyak pengunjung pantai yang mendatangi stand MKM. Acara diakhiri sore hari dengan penyerahan hadiah bagi Pemenang. Seri selanjutnya akan diadakan pada tanggal 20 Juli 2008 di Half way Pantai Kuta. Bravo MKM... Sampai jumpa di seri selanjutnya...  



BMW Turun di Kejuaraan Dunia Superbike
Mon, June 16, 2008

BMW Turun di Kejuaraan Dunia Superbike


KAMIS, 26 JUNI 2008 | 22:54 WIB

JAKARTA, JUMAT – Pabrikan motor BMW Jerman memastikan tahun depan mengikuti rangkaian kejuaraan dunia superbike (WSBK). Memang, belum banyak informasi yang keluar dari BMW sejak mereka sudah  memberi isyarat bakal berpartisipasi di superbike sejak awal tahun ini. Dan ini pernyataan pertama dari tim.




WSBK Imola Italia 2009Haga dan Fabrizio Berbagi Kemenangan
Mon, September 28, 2009
OTOMOTIFNET - Walaupun tim Ducati Xerox saat ini tetap mengandalkan Noriyuki Haga untuk meraih gelar juara dunia musim ini, namun keperkasaan Michel Fabrizio tidak dapat dianggap enteng. Karena kedua pembalap ini memang memberikan kontribusi besar kemenangan bagi tim. Buktinya di GP Imola, Haga dan Fabrizio berbagi kemenangan di podium pertama pada dua sesi balapan.

Haga yang meraih kemenangan telak pada sesi pertama dan mampu meraih podium kedua pada sesi berikutnya, ternyata cukup ampuh untuk mengembalikan posisinya sebagai pimpinan klasemen sementara saat ini. Dengan dua hasil yang cukup memuaskan kali ini, Haga langsung meraih kembali tahta kepemimpinannya dengan jumlah poin tertinggi 391.


Doni Finish Terakhir !
Sun, June 22, 2008

Kallio Menang, Doni Finis ke-19


MINGGU, 22 JUNI 2008 | 21:17 WIB

DONINGTON, MINGGU - Pembalap Finlandia, Mika Kallio memperbesar peluang meraih gelar juara kelas 250 cc dengan kemenangan di  Inggris, Minggu (22/6). Dalam lomba di Sirkuit Donington Park ini, Kallio mencatat waktu 42 menit 14.410 detik. Ia mengatasi pesaing terdekatnya dari Italia, Marco Simoncelli yang terpaut 0,353 detik.




Get the Beat be Idol
Thu, June 26, 2008
MKM-Jimbaran, sambutlah Honda BeAT, idola terbaru skuter 'matik' Honda.


AGENDA