BERITA

Bang Foke : Jangan Hanya DKI Terapkan Pajak Progresif

Wed, September 08, 2010

mkm-honda.com (JAKARTA, KOMPAS.com) - Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo punya himbauan kepada pemerintah, sehubungan dengan akan dilaksanakannya pajak progresif untuk kendaraan bermotor pribadi dan badan hukum mulai 1 Januari 2011. Usai melepas peserta Mudik Bareng Honda di Jakarta, Selasa (7/9/2010), Bang Foke menceritakan panjang lebar soal kebijakan itu kepada Kompas.com.

"Saat ini saya sedang meminta kepada pemerintah agar jangan hanya DKI yang menerapkan kebijakan ini," tukasnya. Menurutnya, jika hanya DKI yang menerapkannya, para pemilik kendaraan kemudian akan mendaftarkan kendaraan kedua, ketiga dan selanjutnya di luar DKI. "Dan kemudian mereka mengoperasikannya di DKI, akibatnya persoalan kemacetan tak terpecahkan," ucap Foke.

Foke juga mengungkapkan, bahwa instrumen fiskal yang diaplikasikan untuk memecahkan persoalan perlu dilakukan bersamaan dengan kebijakan transportasi lainnya. "Intinya, kita berharap para calon konsumen kendaraan mempertimbangkan lebih lanjut sebelum ia membeli," tegasnya. "Kalau perlu jangan sampai dengan uang Rp 300 ribu sudah bisa bawa pulang motor."

Perlunya Transportasi Terjangkau
Menanggapi aplikasi pajak progesif, Executive Vice President, PT Astra Honda Motor (AHM), Johannes Loman menyatakan bahwa hal itu pasti akan berdampak bagi calon konsumen sepeda motor untuk lebih memperhitungkan pembelian. "Hal ini memang bisa berpengaruh terhadap penurunan penjualan, namun soal berapa besar penurunnya, akan sangat tergantung pada seberapa progresif pajak yang diaplikasikannya," ujar Loman.

Saat ini, lanjut Loman perlu dilihat apa tujuan diterapkannya kebijakan tersebut. "Jika memang untuk menurunkan tingkat kemacetan, itu bisa jadi salah satu solusi, namun apakah itu yang paling tepat, belum tentu," tukasnya. Saat ini masyarakat masih membutuhkan sarana transportasi yang murah dan terjangkau, dan hal itu bisa didapatkan dari sepeda motor.

Hal senada dikemukakan oleh Direktur Marketing AHM, Julius Aslan. Menurutnya, penerapan pajak progresif bukan merupakan cara alami untuk menurunkan tingkat kemacetan, terutama di Jakarta. "Justru akan menimbulkan persoalan baru, misalkan penggunaan nama anggota keluarga lain, atau alamat lain di luar kota untuk membeli sepeda motor," ujarnya.

Pembenahan transportasi umum menjadi salah satu solusi tepat. "Saat transportasi umum yang aman, nyaman dan dapat diandalkan sudah bisa disediakan oleh pemerintah, secara alami pemilik kendaraan pribadi akan meninggalkan kendaraannya," tegas Julius.

KEBIJAKSANAAN PEMDA BALI

Sedangkan Pemerintah Provinsi Bali tengah gencar melakukan sosialisasi pajak progresif kendaraan bermotor sebagai solusi mengatasi masalah kemacetan arus lalu lintas di jalan raya Pulau Dewata. "Pajak progresif ini akan diberlakukan untuk kendaraan roda empat dan dua, baik itu milik pribadi maupun pemerintahan dan institusi TNI/Polri," ujar Kepala Biro Hukum dan Pemerintahan Provinsi Bali Dewa Eka saat ditemui  di Denpasar pada hari Rabu  28/7/2010 yang lalu.      
    
Dewa Eka mengatakan, pajak progresif diterapkan sebagai solusi mengatasi kemacetan arus lalu lintas di Bali, yang kini hampir sama dengan tingkat kemacetan di beberapa kota besar lainnya di Indonesia.
    
Selama ini, ujar dia, ada kebijaksanaan kendaraan milik pemerintahan dan TNI/Polri tak ditarik pajak. Namun nanti, hal itu tidak berlaku lagi.
    
Pajak progresif yang dimaksud adalah kenaikan persentase pajak sesuai dengan kepemilikan kendaraan bermotor.
    
Ia menyebutkan, besaran persentase sangat ditentukan berapa jumlah kendaraan yang dimiliki setiap orang ataupun keluarga. "Nantinya bila satu orang memiliki lebih dari satu kendaraan,  pemiliki kendaraan tersebut bakal dikenakan pajak progresif. Pajak progresif tersebut ditetapkan melalui Perda yang saat ini dalam proses sosialisasi dengan merujuk pada UU Pajak Kendaraan Bermotor," ucapnya.
    
Dengan dilakukannya sosialisasi, masyarakat diharapkan dapat memberi masukan untuk menyempurnakan Perda tentang pajak progresif kendaraan bermotor, sehingga sebelum disahkan menjadi Perda, masyakarat sudah bisa memahami isinya.
    
Dikatakan, bila sebuah keluarga hanya memiliki satu kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat, maka pajak progresif yang akan dikenakan sebesar 1,5 persen.
    
Namun jika mereka mempunyai kendaraan kedua maka kendaraan yang kedua tersebut bakal dikenai pajak sebesar 2 persen. Selanjutnya kendaraan ketiga sebesar 2,5 persen, kendaraan keempat 3 persen.
    
Sementara kendaraan kelima dan seterusnya akan dikenakan pajak progresif sebesar 3,5 persen.
    
Perda tersebut direncanakan sudah efektif berlaku paling lambat akhir tahun 2010 atau awal 2011. Usai penetapan Perda, maka Dispenda segera turun mendata jumlah kepemilikan kendaraan dari rumah ke rumah. "Rata-rata satu keluarga di Bali memiliki tiga sampai empat sepeda motor, karena suami memiliki motor sendiri, istri motor sendiri dan bahkan anak-anak juga memiliki motor sendiri-sendiri," ujar dia menjelaskan.

Penulis: XVD

Editor: primus


 


BERITA LAIN
Magic Wave Surfing Championship di Pantai Kuta
Thu, June 26, 2008

Kuta- Pada tanggal 15 Juni 2008 di Pantai Maharani tepatnya depan  Mc Donald's Kuta ,  MKM Honda melalui media partner  Magic Wave Surfing Champinship  mengadakan  pertandingan surfing super seri I, dengan kategori umur dibawah 10 tahun dan umur dibawah 14 tahun. Pertandingan dimulai pukul 09.00, cuaca pantai Kuta sangat cerah  dengan ombak yang sangat mendukung kontes tersebut. Penonton dan para suporter dari peserta kontes sangat ramai memberi dukungan kepada para surfer cilik yang sedang menari di atas ombak. Beberapa staf MKM juga mendapat fasilitas belajar surfing gratis dari MSC, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dan sangat menarik bagi kami yang awam mengenai surfing. MKM juga mengadakan pameran Honda dengan memamerkan type Tiger dan Vario, banyak pengunjung pantai yang mendatangi stand MKM. Acara diakhiri sore hari dengan penyerahan hadiah bagi Pemenang. Seri selanjutnya akan diadakan pada tanggal 20 Juli 2008 di Half way Pantai Kuta. Bravo MKM... Sampai jumpa di seri selanjutnya...  



BMW Turun di Kejuaraan Dunia Superbike
Mon, June 16, 2008

BMW Turun di Kejuaraan Dunia Superbike


KAMIS, 26 JUNI 2008 | 22:54 WIB

JAKARTA, JUMAT – Pabrikan motor BMW Jerman memastikan tahun depan mengikuti rangkaian kejuaraan dunia superbike (WSBK). Memang, belum banyak informasi yang keluar dari BMW sejak mereka sudah  memberi isyarat bakal berpartisipasi di superbike sejak awal tahun ini. Dan ini pernyataan pertama dari tim.




WSBK Imola Italia 2009Haga dan Fabrizio Berbagi Kemenangan
Mon, September 28, 2009
OTOMOTIFNET - Walaupun tim Ducati Xerox saat ini tetap mengandalkan Noriyuki Haga untuk meraih gelar juara dunia musim ini, namun keperkasaan Michel Fabrizio tidak dapat dianggap enteng. Karena kedua pembalap ini memang memberikan kontribusi besar kemenangan bagi tim. Buktinya di GP Imola, Haga dan Fabrizio berbagi kemenangan di podium pertama pada dua sesi balapan.

Haga yang meraih kemenangan telak pada sesi pertama dan mampu meraih podium kedua pada sesi berikutnya, ternyata cukup ampuh untuk mengembalikan posisinya sebagai pimpinan klasemen sementara saat ini. Dengan dua hasil yang cukup memuaskan kali ini, Haga langsung meraih kembali tahta kepemimpinannya dengan jumlah poin tertinggi 391.


Doni Finish Terakhir !
Sun, June 22, 2008

Kallio Menang, Doni Finis ke-19


MINGGU, 22 JUNI 2008 | 21:17 WIB

DONINGTON, MINGGU - Pembalap Finlandia, Mika Kallio memperbesar peluang meraih gelar juara kelas 250 cc dengan kemenangan di  Inggris, Minggu (22/6). Dalam lomba di Sirkuit Donington Park ini, Kallio mencatat waktu 42 menit 14.410 detik. Ia mengatasi pesaing terdekatnya dari Italia, Marco Simoncelli yang terpaut 0,353 detik.




Get the Beat be Idol
Thu, June 26, 2008
MKM-Jimbaran, sambutlah Honda BeAT, idola terbaru skuter 'matik' Honda.


AGENDA