BERITA

Mudik Bareng Honda

Fri, September 25, 2009
Ribuan pemudik itu terdiri dari 3.418 pengendara motor, 3.213 orang pembonceng dan 457 orang penumpang bus.
Setiap tahun, ribuan alasan dan perdebatan menyeruak soal layak tidaknya motor jadi transportasi mudik. Dari alasan teknis kendaraan, sampai alasan keamanan dan keselamatan pengendara. Tapi, setiap tahun pula fakta membuktikan, motorlah yang jadi solusi bagi jutaan warga yang rindu kampung halaman. Motorlah yang jadi sarana jutaan orang menjaga silaturahmi Lebaran tetap terlaksana meski didera keterdesakan ekonomi.

Melarang mudik naik motor, ibarat melepas anak panah tumpul yang ditarik tanpa tenaga. Cepluk.., kagak ngefek, Bro. "Sistem transportasi kita masih tetap belum mampu memberikan kenyamanan dan kemudahan pemudik. Kereta dan bus tetap tak bisa memnuhi kebutuhan jutaan orang yang mudik. Jadi, naik motor tidak bisa terelakan. Itu wujud 'perlawanan' atas ketidakmampuan pemerintah menyediakan transportasi mudik. Meskipun, sebenarnya motor bukan diproduksi sebagai angkutan jarak jauh," analisis Tulus Abadi, Pengurus Harian YLKI.3009hal15_mudikmotor2.jpg

Tingginya angka pemudik yang tidak sebanding dengan ketersediaan transportasi, membuat pelarangan tak akan bermakna. "Makanya, salah satu harapan kita, ya termasuk pada pabrikan motor atau perusahaan swasta. Untuk ikut memberikan kontribusi kepada konsumennya. Misal, mudik bareng naik bis dan lainnya," ucap Kombes Condro Kirono, Dirlantas Polda Jaya, saat bertemu saat kompetisi safety riding di PT AHM, Tipar Cakung.

Naik motor lagi-lagi jadi pilihan paling rasional. Terutama bagi masyarakat umum ekonomi menengah ke bawah. Dari aspek kenyamanan, psikologis, kemudahan sampai hitungan ekonomisnya.

3010hal15_mudikmotor3.jpgAyo dianalisi satu-satu. Em-Plus mencoba survey ke Gambir dan Pasar Senen diawal bulan Ramadhan. Di lajur antrean tiket, raut wajah kelelahan tampak pada orang yang antre. Berjam-jam waktu dibuang, hanya untuk dapatkan tiket mudik. "Sangat sulit memperjuangan mendapat tiket. Enggak tahu deh saya bisa dapat apa enggak," keluh Juminto, pria 36 tahun, yang berencana mudik ke kampung istrinya di Wonogiri.

Fakta itu menunjukan bahwa perjuangan untuk pulang naik kereta tidaklah mudah. Untuk bisa duduk nyaman, musti naik eksekutif. Mahal dan tentu saja terbatas jumlahnya. Mau agak ngirit, musti rela naik kereta bisnis atau ekonomi. Secara kenyamanan, enggak banget deh! Persis kayak ikan asin ditumpuk-tumpuk. Coba bandingkan dengan geber motor yang kita punya. Tinggal ambil perlengkapan safety, greeng,..greng..greng, berangkat. Terasa capek, tinggal berhenti. Jangan maksa, jangan ngebut. Ikuti peraturan, tertib dan enggak serobotan gebernya. Enak, tho?

Lanjut ke soal ekonomis. Yuk, kita hitung secara matematis. Semua juga sudah tahu naik motor jauh lebih irit. Ilustrasikan saja, untuk jarak 600 km. Naik motor yang punya perbandingan bensin 1 liter untuk 30 km, maka paling cuma butuh 20 liter. Jadi, cuma butuh Rp 90 ribu beli Premium. Jarak segitu, kira-kira antar Jakarta-Semarang. Hitung deh tiket kereta atau bis untuk dua orang dengan jarak segitu.

Dukungan terhadap kaum bikers juga lumayan. Setiap tahun, kepolisian, perusahaan swasta dan semua pihak terkait memberikan kontribusinya. Sepanjang bikers ikuti aturan main yang sudah diberikan, Insya Allah aman lancar. Soal celaka atau musibah kan sudah ada yang ngatur, Bro. Yang peting ada upaya untuk menghindarinya. "Seperti tahun sebelumnya, kita memberikan bantuan semaksimal yang bisa kita lakukan. Misal, penyediaan bisa untuk anak dan ibu, agar bapak enggak boncengan. Tentu jumlahnya sesuai dengan kemampuan kita. Itu salah satu upaya kita membantu pemudik," terang Istiyani Susriyati, GM Honda Customer Care Centre (HC3), PT AHM.

So, sepanjang situasi ekonomi dan sistem transportasi masih belum mencukupi, mudik naik motor masih jadi pilihan wajar. "Sekali, ingat, jangan memaksa, patuhi aturan dan standar safety. Kalau capek, istirahat di posko yang banyak buka di titik peristirahatan," tambahnya.


Tahun Depan Tahunnya Motor Sport

Fri, September 25, 2009
25-09-2009 11:Oto BisnisTahun Depan Tahunnya Motor Sport

OTOMOTIFNET - Setahun belakangan, Anda pasti jenuh dengan model-model motor jenis sport dari pabrikan Jepang. Modelnya pun biasa-biasa saja, enggak ada yang spesial. 

Paling tidak cuma ubah warna dan striping baru atau kalaupun ada ganti model lampu, knalpot dan pernak-pernik lain.

Hadirnya Kawasaki Ninja 250 akhirnya jadi pelepas dahaga meski harganya di atas Rp 40 jutaan. Momen itu diambil pula oleh pabrikan motor India. Dengan banderol yang lebih terjangkau jadi alternatif sportmania.

Tapi tenang, beberapa pabrikan motor nasional sedang menyiapkan senjatanya untuk kembali berperang. Ada yang diimpor dari India, Jepang bahkan model change siap dipasarkan.

HINDUSTAN

Gosip paling santer di media maupun milis-milis otomotif adalah Yamaha FZ-160. Naked sport ini diproduksi dan telah diluncurkan oleh Giant Yamaha Motors, India tahun lalu.
Dengan spek dan fitur yang tak setinggi V-Ixion, FZ 160 sudah cukup mencuri perhatian masyrakat melalui sneak previewnya. Bagi konsumen, meskipun bermesin 2 katup, SOHC berkapasitas 153.7 cc, yang terpenting sebenarnya adalah harga


World SuperbikeDebut Perdana Marco Simoncelli Di WSBK

Fri, September 25, 2009
OTOMOTIFNET - Juara dunia GP250 musim 2008, Marco Simoncelli dipastikan bakal turun perdana di World Superbike Championship (WSBK) pada seri ke 12 di Imola, Italia akhir pekan ini (27/9). 

Aprilia Racing telah mengumumkan bahwa mereka akan turun di Imola bersama Marco Simoncelli untuk menemani Max Biaggi.

Kesempatan emas ini diperoleh Marco setelah pembalap andalan Aprilia Racing, Shinya Nakano mengalami cidera otot leher setelah terjatuh di seri Jerman beberapa waktu lalu sehingga tidak dapat tampil. Pada debut perdananya pembalap asal Italia ini akan turun dengan Aprilia RSV4 tunggangan Shinya Nakano.

Bahkan pembalap berambut kribo ini telah mempersiapkan diri untuk debut perdananya dalam dua hari uji coba di Mugello. Dimana Ia mampu menorehkan catatan waktu terbaik 1 menit 53,55 detik, setelah menyelesaikan 91 putaran. Catatan waktu yang lumayan untuk seorang pemula di WSBK.

Bandingkan dengan catatan waktu Noriyuki Haga dari Ducati Xerox yang mampu lebih cepat dengan menorehkan 1 menit 52,3 detik pada sesi tes yang sama di Mugelo. “Ini adalah debut saya di kelas dan sirkuit yang benar-benar berbeda. Yang pasti rival di WSBK berkemampuan tinggi sehingga tidak akan mudah untuk mendapatkan hasil yang baik,” pesimis Marco. 

“Meski begitu saya sangat puas dengan tes ini. Saya sangat cepat dan memperoleh banyak kemajuan. Kami bekerja untuk menemukan setting dasar yang tepat untuk Imola, dimana ini akan sangat berguna untuk menemukan set-up terbaik,” tutupnya. Kira-kira bisa masuk 10 besar gak ya?

Penulis:Popo

Pasar Oli Skutik Tahun Depan tambah ramai

Fri, September 18, 2009

OTOMOTIFNET - Konsumen pemilik motor skuter matik (skutik), semakin cermat dalam hal pemilihan pelumas buat tunggangan ber-CVT (Continuosly Variable Transmission)-nya itu. Tak ayal kondisi ini pun memaksa setiap pabrikan motor untuk melengkapi layaran purnajualnya, dengan menambah lini produk pelumas standar pabrikan khusus skutik. 

Seperti Honda dengan pelumas AHM-nya serta Yamaha dengan Yamalube-nya. Sementara pabrikan skutik Suzuki, hingga berita ini diturunkan belum memiliki oli khusus varian matiknya.

Secara teknis, sistem pelumasan pada skutik memang berbeda dengan motor pada umumnya, yang dibekali transmisi model basah alias terendam oli. 

Sementara pada skutik, pelumas hanya bertugas melumasi jeroan mesin termasuk reduction gear (gigi reduksi). Sedangkan drive train atau penerus dayanya, mengandalkan V-belt menuju roda. Diistilahkan dengan sistem pelumasan dry clutch.



















Skuter PCX, Senjata Baru Honda 2010 di ASEAN

Fri, September 18, 2009
Selasa, 15/9/2009 | 09:22 WIB

 

 

BANGKOK, KOMPAS.com — Thai Honda Manufacturing (THM), salah satu basis produksi Honda untuk pasar global, di Thailand, Senin (14/9), memperkenalkan sekaligus mengumumkan bahwa mereka mulai memproduksi skuter terbaru yang diberi nama PCX. 

Menurut Honda Motor Co Jepang, skuter baru ini akan menjadi produk global yang akan diekspor ke berbagai kawasan, mulai awal tahun depan. Target utama Honda adalah Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat.