BERITA

Honda Supra X 125 Helm In dengan Bagasi Besar

Thu, September 15, 2011
mkm-honda.com JAKARTA, KOMPAS.com — PT Astra Honda Motor (AHM), Rabu (14/9/2011) ini, resmi meluncurkan Supra X 125 Helm in dengan kapasitas bagasi besar, yaitu 19,5 liter, yang muat untuk menyimpan helm full face. Menariknya, bebek Honda ini masih memakai banderol lama, Rp 15,6 juta on the road Jakarta.
Selain bagasi, kapasitas tangki bahan bakar Supra X 125 Helm In juga lebih besar dengan daya muat 5,6 liter. Honda mengklaim motor baru ini mampu menempuh jarak 287 km dengan konsumsi bahan bakar 51,2 km per liter.


Honda Motor Masih Punya Dua Model Baru Tahun Ini

Thu, September 15, 2011
Agung Kurniawan | Bastian | Kamis, 15 September 2011 | 11:04 WIB

mkm-honda.com JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah meluncurkan Supra 125 X Helm In ke pasar sepeda motor domestik, ternyata PT Astra Honda Motor (AHM) masih belum kehabisan amunisi produk baru. Sampai akhir tahun, pemimpin pasar nasional ini masih punya dua model baru untuk melengkapi portofolionya.
Hal ini disampaikan langsung Yusuke Hori, Presiden Direktur AHM menjawab pertanyaan Kompas.com ketika ditanyai dua model baru di Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan, kemarin (14/9/2011). "Kira-kira seperti itu," jawab Hori singkat.
Konon, kedua model baru tersebut dibekali teknologi PGM-FI (injeksi), dan masing-masing mengisi segmen skutik dan bebek. Sayang, Hori belum mau membocorkan detailnya.


Honda Vario dengan Stripping Baru

Mon, September 12, 2011
Agung Kurniawan | Bastian | Kamis, 8 September 2011 | 18:31 WIB


mkm-honda.com JAKARTA, KOMPAS.com - Tanpa seremoni, PT Astra Honda Motor (AHM)  meluncurkan Vario Series (seluruh tipe) facelift. Bebek matik (betik) ini tampil lebih elegan, sporty dan futuristik dengan warna baru dan stripping bertema young dan elegant.
Untuk Vario Techno dan Vario CBS mendapat penyegaran warna dan stripping bertema futuristik. Sedangkan Vario Techno mempunyai warna baru hijau sesuai keinginan konsumen menggantikan kelir sebelumnya biru.
Sejak diluncurkan  2006, populasi seluruh tipe Vario sudah mencapai 2.322.982 unit dan menjadi salah satu model andalan Honda di Indonesia. Sedang untuk Januari-Juli 2011, penjualan Vario Series tercatat 493.006 unit atau naik 23,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu 399.233 unit.

Honda Kebut Produksi Skutik untuk Kuasai Pasar

Mon, September 05, 2011
mkm-honda.com JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah  pabrik barunya di Cikarang, Jawa Barat, beroperasi Juli 2011, mulai Agustus 2011, PT Astra Honda Motor (AHM) berusaha menggenjot produksi skutik dari 196.652 unit menjadi 230.000 unit per bulan atau naik 17 persen.
Menurut Yusuke Hori, Presiden Direktur AHM, jika tahun lalu produksi total Honda melalui  pabriknya di Cikarang 4 juta unit, tahun ini meningkat menjadi 4,3 unit. Hal tersebut dilakukan dengan meningkatkan efisiensi atau mempercepat proses produksi.  
"Sampai Agustus 2011, produksi skutik Honda sudah mencapai 1,4 juta unit atau naik 50 persen dibanding dengan periode yang sama tahun lalu. Pabrik baru sudah berproduksi, kami terus meningkatkan kapasitasnya untuk memenuhi permintaan pasar," jelas Hori.
Sementara itu, Johannes Loman, Executive Vice President Director, AHM mengatakan, Honda memperkirakan penjualan skutik akan mencapai 55-60 persen dari seluruh penjualan sepeda motor di Indonesia. Jika tahun ini total penjualan sepeda motor diperkirakan  8,2 juta unit, sekitar 4,9 juta unit adalah skutik.
Honda berambisi menguasai 50 persen pasar skutik yang sebelumnya dikuasai Yamaha. Dengan mengandalkan BeAT, Vario Series, Scoopy, PCX dan Spacy, Honda yakin bisa mewujudkan target tersebut tahun ini. Buktinya, sampai Agustus, Honda  sudah mengantungi 51,8 persen pangsa skutik atau 1,4 juta unit  dari total penjualannya 2,7 juta unit.


Kelelahan, Stoner Gagal Kejar Lorenzo

Mon, September 05, 2011
Emilius Caesar Alexey | Robert Adhi Ksp | Minggu, 4 September 2011 | 21:53 WIB

mkm-honda.com MISANO, KOMPAS.com — Pebalap tim Repsol Honda, Casey Stoner, mengatakan, dirinya tiba-tiba mengalami kelelahan dan membuat energinya menurun. Kondisi ini membuat dirinya gagal mengejar rivalnya, Jorge Lorenzo, dan malah melorot ke urutan ketiga.
Stoner tampil prima saat menekan Jorge Lorenzo pada paruh pertama lomba San Marino GP, Minggu (4/9/2011). Namun, pada putaran ke-19, tekanan Stoner berkurang dan mulai melambat. Tekanan Stoner yang berkurang membuat Lorenzo dengan leluasa memperlebar jarak sampai menjadi juara.